Selasa, 12 November 2013

SBY Bangga Kepada TNI AD Atas Lomba Tembak Se ASEAN

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku bersyukur dan mengucapkan selamat atas prestasi TNI Angkatan Darat dalam lomba Tembak Tentara ASEAN di Myanmar. Menurut Presiden, pencapaian TNI AD itu luar biasa.

"Indonesia sangat bangga. Mari kita buktikan bahwa TNI kita tidak kalah dengan tentara mana pun. Teruslah membangun diri untuk menjadi tentara yang profesional," kata Presiden SBY lewat akun Twitter-nya @SBYudhoyono.

Dari 44 medali emas yang diperebutkan, Indonesia mendapatkan 28 medali. Indonesia juga mendapatkan 8 trofi dari 15 trofi.

Dalam tweet-nya, Presiden juga meminta agar prestasi olahraga lain seperti sepak bola, bulu tangkis, juga ditingkatkan. Kuncinya, kata SBY, adalah berlatih dengan baik dan seluruh pengurus harus kompak.

"Olahraga itu bisa mempersatukan bangsa. Tak baik bangsa ini berjarak dan terpecah karena perbedaan agama, etnis, suku, daerah dan politik," pungkas SBY di akhir tweet-nya.

Rabu, 02 Oktober 2013

Mantan Presiden RI Jusuf Kalla

Mantan Presiden RI Jusuf Kalla meluncurkan biografi dalam bentuk digital. Biografi tersebut dapat diunduh cuma-cuma untuk iOS dan Android lewat AppStore dan Google Play. Kemasan digital membuat biografi tersebut lebih interaktif dengan menyajikan data tidak hanya teks, tetapi juga data grafis, foto, dan video.

"Biografi Digital JK ini memaparkan berbagai aspek kehidupan dan kiprah JK secara utuh. Baik peran JK sebagai negarawan dan politisi, tokoh perdamaian dan kemanusiaan, hingga karirnya sebagai pengusaha nasional maupun kisah hidupnya sejak kecil dan bersama keluarga," kata Husein Ja'far al Hadar, Founder sekaligus CEO The Face Digital Biography, perusahaan yang berkonsentrasi dalam menyajikan biografi digital para tokoh Indonesia dalam keterangan pers.

Biografi yang dirilis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Husein memaparkan, biografi digital tersebut ditujukan untuk pembaca dari kalangan generasi muda. "Kita tidak bisa memaksa mereka membaca buku konvensional. Cara efektif agar mereka bisa terinspirasi pada tokoh bangsa adalah dengan memasuki dan menyesuaikan dengan dunia mereka. Yaitu dunia tekhnologi digital," jelas Husein.